- Pengertian Web Service
Web Service adalah sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung interaksi mesin-ke-mesin yang dapat dioperasikan melalui jaringan maupun serangkaian fungsi, logika, metode sebagai pertukaran data standar antara aplikasi atau sistem yang dapat diakses dari jarak jauh oleh berbagai perangkat dengan bahasa pemrograman, arsitektur atau platform yang berbeda. Struktur layanan web bisa dibangun dengan menggunakan Simple Object Access Protocol (SOAP) atau REpresentational State Transfer (REST), sedangkan fungsinya direpresentasikan dalam bentuk teks, JSON atau format XML [1], [2], [3]
- Perkembangan Teknologi Web
Web 1.0
generasi pertama dari website. Pada tipe ini pengunjung hanya bisa mencari (searching) dan melihat-lihat (browsing) data informasi yang ada di web. World wide web pertama kali menemukan bentuknya di November 1990. Hingga tahun 1993, jaringan internet berkembang demikian pesatnya. Umumnya website berformat “brosur online” – website yang menyampaikan informasi satu arah – umumnya berbentuk profile, portal berita, toko online, layanan email, dll. Web kala itu dihuni oleh website-website yang di desain menggunakan table dan flash. Contohnya adalah DotCom Bubble Burst, atau DotCom Crash, atau DotCOm Doom [5].
Ciri-ciri dari web 1.0 :
1. Website umumnya bersifat static yang jarang berubah atau samasekali tidak berubah.
2. Website umumnya tidak interaktif.
3. Umumnya teknologi yang dipakai adalah teknologi tertutup.
4. Kebanyakan desain webnya menggunakan Frame.
5. Tampilan kombinasi warna dan textnya terlihat norak karena hanya terbatas pada 16
warna dan 6 jenis font.
6. Informasi yang ada umumnya berupa berita text dan gambar.
Teknologi web 1.0 :
1. HTML dasar, CSS dasar dan Javascript.
2. Flash dan Java applet.
3. Browser populer adalah Netscape dan Internet Explorer.
4. Koneksi internet masih dial up maximal 56kbps [6].
Web 2.0
Pada tahun 2003 Web 2.0 dipelopori oleh O’Reilly Media, kemudian sekitar tahun 2004, web 2.0 mulai dikembangkan dengan menyatukan teknologi-teknologi gabungan dari HTML, XML, CSS, JavaScript, dan AJAX. HTML dan CSS digunakan untuk mempercantik tampilan web. XML digunakan untuk mendefinisikan format suatu data. JavaScript digunakan untuk membuat tampilan yang dinamis. Dan AJAX digunakan untuk menggabungkan XML dan JavaScript yang menekankan pada pengelolaan konten [7].
Ciri dari web 2.0 :
1. Website bersifat dinamis dan interaktif dengan adanya teknologi AJAX.
2. User bukan hanya sebagai konsumen tetapi juga sebagai produsen informasi dalam istilah populer adalah user generated content(contoh youtube atau wikipedia).
3. Teknologi yang dipakai umumnya open source.
4. Desain web menggunakan CSS layout.
5. Informasi terdiri dari text, gambar, audio, video  dan animasi.
6. Web sebagai media berkomunikasi dan berkolaborasi.
7. Jejaring social mendominasi di era ini.
8. Munculnya startup.
9. Munculnya jenis website seperti microbloging, photo dan video sharing, online
bookmarking, blog dan jejaring social.
Web 3.0
Web 3.0 adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Web 3.0 juga sering disebut semantic web. Istilah semantic web sendiri merupakan pengembangan web dimana konten web ditampilkan tidak hanya dalam format bahasa manusia, tetapi juga dalam format yang dapat dibaca dan digunakan oleh mesin. Perbedaan yang paling mencolok dari web 1.0, web 2.0, dan web 3.0 adalah kesan yang dirasakan pengguna. Pada web 1.0, pengguna seakan hanya menjadi konsumen dari web. Sangat minim interaksi terjadi antara web dan penggunanya. Pada generasi keduanya, pengguna sudah bisa mengalami pengalaman ‘share’. Munculnya sosial media, interaksi beberapa orang melalui messenger, dan lain-lain. Pada web 3.0, kesan yang ingin dirasakan pengguna adalah sesuatu yang ‘live’. Web 3.0 seakan menghadirkan, atau dapat dibilang menggantikan dunia pengguna yang sesungguhnya. Dapat dilihat semakin tinggi intensitas pengguna internet zaman sekarang. Ini adalah dampak dari real-time yang dihadirkan oleh web 3.0. Web 3.0 juga menghadirkan segala aspek yang ada di sekeliling kita menjadi hanya dalam genggaman. Kita mulai mendengar istilah ‘one-touch living’, karena semua yang kita butuhkan dapat dipenuhi oleh gadget yang kita miliki [8], [9]
- Kegunaan Web
Service Web service dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pengembangan aplikasi N-tier, dimana dipisahkan antara server database, aplikasi dan client. Beberapa keuntungan lain yang didapat dari penerapan web service yaitu:
1. Dengan format XML yang telah menjadi salah satu standar pertukaran data, penggunaan web service akan banyak memudahkan untuk pertukaran data dalam berbagai sistem dengan berbeda platform.
2. Web service di support oleh pemain utama dalam dunia TI seperti Microsoft (NET), SUN (Open Net Environment – ONE), IBM (Web Service Conceptual Architecture – WSCA), W3C (Web Service Workshop), Oracle (Web Service Broker), Hewlett-Packard (Web Service Platform).
3. Dalam penerapan N-tier, untuk layer bisnis atau apllication logic dapat diterapkan dengan web service, sehingga di sisi client kita tidak direpotkan dengan instalasi layer bisnis seperti halnya dll, corba, atau jenis yang lain.
4. Web service dibangun berdasarkan text base document dengan format XML, sehingga untuk komunikasi data relatif lebih ringan dibandingkan dengan aplikasi yang mengakses langsung database melalui suatu jaringan.
5. Komunikasi data melalui web service dilakukan melalui http atau Internet protocol terbuka lainnya. Hal ini sangat memudahkan karena protocol tersebut adalah protocol yang umum dipakai
Kebutuhan akan digital IT sangat dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari, Bead IT Consultant merupakan pilihan tepat sebagai partner anda,kunjungi website kami dengan klik link ini : www.beadgrup.com.